Sandyka Kurniawan, mahasiswa Magister Ilmu Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta mengikuti program pertukaran pelajar di Yamanashi Prefectural University, atau 山梨県立大学 (dibaca Yamanashi Kenritsu Daigaku) pada Bulan September hingga Februari 2019. Program ini merupakan salah satu dari impelementasi empat point utama kerjasama antara Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Prefektur Yamanashi dalam bidang pendidikan, yaitu dengan melakukan pertukaran pelajar antara perwakilan DIY dengan Prefektur Yamanashi. Yamanashi adalah prefektur yang memiliki kesamaan dengan Yogyakarta, yaitu adanya gunung berapi yang aktif, yaitu Gunung Fuji dan Gunung Merapi.

Bagi Sandyka, program pertukaran pelajar ini sangat bermanfaat terutama bagi yang ingin melakukan studi terkait dengan Jepang. Halal tourism yang mulai menjadi trend bisnis di Jepang adalah hal yang menarik untuk diteliti. Sebelumnya, pariwisata Jepang belum memiliki fasilitas bagi wisatawan muslim, seperti prayer room, makanan halal juga masih belum menjadi komoditi, produk halal sangat jaranag ditemukan.

Namun, seiring dengan meningkatnya kunjungan wistawan ASEAN, khususnya Malaysia dan Indonesia, wisata halal tourism kini semakin meningkatkan potensi pariwisata Jepang. Menurut data JNTO 2017, Yamanashi merupakan prefektur yang paling sering dikunjungi oleh wisatawan Indonesia.

Hal yang paling menarik bagi Sandyka adalah pengalaman bertemu dengan teman-teman dari berbagai negara. Namun, seluruh peserta semua berkomunikasi dengan menggunakan Bahasa Jepang, tidak hanya dengan orang Jepang, namun juga perwakilan dari China, Korea, dan Thailand, semua berkomunikasi dengan menggunakan Bahasa Jepang.

“Bagi teman-teman yang ingin mengikuti pertukaran pelajar ke Yamanashi, pesan saya, tuliskan rancangan penelitian kalian sebaik dan semaksimal mungkin! Jangan lupa, asahlah kemampuan Bahasa Jepang kalian. Pecayalah, Bahasa Inggris akan amat sangat jarang digunakan disini, jika masih banyak waktu, jelajahilah prefektur lain yang ada di Jepang!”, pesan Sandyka.