Politik Luar Negeri China di Dunia Islam

Agustus 16, 2018 oleh : admin

Magister Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menyelenggarakan MIHI Lecturer Series pada hari Kamis, 16 Agustus 2018 di Gedung Pascasarjana, lantai 2. Dalam MIHI Lecturer Series (MLS) kali ini mengangkat tema “Politik Luar Negeri China di Dunia Islam”.

Hadir sebagai narasumber utama dalam diskusi kali ini adalah Prof. Dr. Bambang Cipto, M.A. (Rektor UMY 2012-2016). Narasumber lainnya adalah Dr. Surwandono, M.Si. (Ketua Prodi Magister HI UMY). Prof. Dr. Bambang Cipto membatasi materi yang disampaikannya hubungan antara China dengan Timur Tengah. Dari data yang disampaikannya, negara-negara Timur Tengah termasuk negara eksportir minyak terbesar ke China dengan 42,8%. Dan China, menurut mantan Rektor UMY itu, mempunyai keberanian melawan Amerika dalam beberapa kasus di Timur Tengah, termasuk di Iran dan Suriah.

Guru Besar HI UMY ini memberikan contoh bahwa Suriah dipersiapkan oleh China dalam kebijakan One Belt and One Road Policy (OBOR). China juga memveto resolusi anti-Suriah di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Seperti itulah China menempatkan pentingnya negara-negara Timur Tengah dalam politik luar negerinya. “China punya kepentingan besar di Timur Tengah, terutama di Arab Saudi,” paparnya. Dan politik luar negeri China, Bambang Cipto menambahkan, tidak pernah mempermasalahkan politik dalam negeri suatu negara, berbeda dengan Amerika yang selalu berbicara Hak Asasi Demokrasi (HAM) dan demokrasi sebagai ‘prasyarat’.

Sementara itu, Dr. Surwandono menambahkan bahwa China sebenarnya sebuah negara yang pragmatis. “China tidak mengembangkan politik asimilatif secara kaku. Tidak ada narasi “Chinaisasi”, tuturnya. Di sinilah kembali kita melihat perbedaan antara China dan Amerika.